Teori Kepribadian Menurut Para Tokoh

  TEORI KEPRIBADIAN

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah kesehatan mental dengan Dosen Pengampuh bapak FX.Wahyu Widiantoro


Disusun Oleh:

Siti Nurhaliza (20310410055)

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

2020/2021


7 TEORI KEPRIBADIAN

Psikologi lahir pada abad ke 18, psikologi lahir sebagai ilmu yang memahami manusia seutuhyan,  yang hanya dapat dilakukan dengan memahami kepribadiaan. Maka munculah teori psikologi kepribadian. Teori psikologi kepribadiaan menggambarkan tingkah laku secara sistematis dan mudah dipahami. Teori psikologi kepribadian melahirkan konsep-konsep, yang tentnya konsep-konsep tersebut tidak lepas dari para tokoh pencetus konsep tersebut. Adapun tokoh-tokoh psikologi kepribadian adalah sebagai berikut:

  1. Allport/ Gordon Williard Allport (teori disposisi/trait psychology)

Teori Allport ini lebih menekankan pada trait sehingga teorinya disebut sebagai trait psychology. Menurut Allport dasar dari kepribadian adalah trait. Teori disposisi/ trait psychology adalah sifat. Sifat adalah neuropsikis yang digenerelasikan dan diarahkan dengan kemampuan untuk menghadapi berbagai macam perangsang atau  reaksi.  Kata neuropsikis ini menekankan bahwa sifat benar-benar dimiliki oleh setiap individu, walaupun tidak dapat disimpulkan secara langsung, melainkan harus diamati dari tingkah lakunya.

Menurut Allport sifat memiliki beberapa karakteristik diantaranya sebagai berikut: 

  1. Benar-benar dimiliki oleh setiap individu

  2. Menjadi sebab dari sebuah prilaku yang biasanya terjadi

  3. Dapat diidentifikasi oleh indera (empiris)

  4. Saling berkorelasi

  5. Berubah sesuai situasi

Menurut Allport trait dapat dibagi menjadi dua, yaitu common trait (sifat umum) dan disposition personal (sifat individual). Common trait (sifat umum) adalah sifat yang dimiliki banyak orang. Sedangkan disposition personal (sifat individual) adalah sifat unik yang dimiliki seseorang sehingga menjadi karakter atau sifat yang mudah dikenali, konkret, konsisten pada seseorang yang menggambarkan karakter asli seseorang.  Kemudian Allport membagi disposition personal menjadi 3 yaitu sebagai berikut:

  1. Sifat utama (disposition cardinal/ cardinal trait), adalah sifat yang sangat berperan besar dalam kehidupan.

  2. Sifat sentral (disposition central), sifat ini memiliki kecenderungan-kecenderungan individu yang khas atau mencakup situasi yang lebih besar dari pada sifat utama. Contohnya kejujuran dan kelembutan.

  3. Sifat sekunder (disposition secondary/ secondary trait), yaitu sifat yang jarang sekali kelihatan namun akan terlihat dalam kondisi tertentu.  

 


  1. Rogers /Carl Ransom Rogers (terpusat pada pribadi)

Carl Ransom Rogers terkenal karena metode yang dikembangkannya, yakni tak mengarahkan (nondirective) atau terapi yang berpusat pada klien (client-centered therapy). Tekniknya tersebar luas dikalangan konselor pendidikan, konselr bimbingan dan pekerja sosial. Roger adalah orang pertama yang melibatkan peneliti ke dalam sesi terapi (memakai tape recorder), yang pada tahun 1940an membuka sesi klien untuk dicermati. Dengan cara itu orang mulai belajar mengenai hakikat psikoterapi dan proses beroperasinya.

Adapun teori yang dikemukakan rogers ini menekan pada pendekatan fenomologis. Pendekatan fenomologis  dari rogers konsisten menekankan pada pandangan  bahwa tingkah laku manusia hanya dapat difahami dari bagaimana dia memandang realita secara subyektif (subjective e xperience of reality). Ia  juga berpendapat bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk menentukan nasibnya sendiri. Rogers sangat kuat memegangi asumsinya yaitu bahwa manusia itu bebas, rasional, utuh, mudah berubah, subyektif, proaktif, heterostatis, dan sukar dipahami.

  1.  Carl Gustav jung (psikologi analitikal)

Carl Gustav jung berpendapat bahwa kepribadiaan disususn oleh 3 sistem, yaitu kesadaran dan ego, taksadar pribadi dan kompleks, taksadar kolektif, yaitu sebagai berikut:


  1. Kesadaran (consciousness) dan ego

Consciouness muncul pada awal kehidupan, bahkan mungkin sebelum lahir. Menurut jung, hasil dari diferensiasi kesadaran  itu adalah ego. Sebagai organisasi kesadaran, ego berperan penting dalam menentukan perspsi, fikiran, peasaan dan ingatan yang bisa masuk ke kesadaran. Tanpa seleksi ego, jiwa manusia bisa menjadi kacau karena terlalu banyak pengalaman yang semua bebas masuk ke kesadaran. Dengan disaringnya pengalaman oleh ego, maka keutuhan dalam kepribadiaan akan terjaga.

  1. Taksadar pribadi (personal unconscious) dan kompleks (complexes)

Pengalaman yang tidak setujui ego untuk muncul tidak hilang, tetapi disimpan didalam personal unconscious, sehingga taksadar pribadi (personal unconscious) berisi pengalaman-pengalaman yang gagal ditimbulkan ke sadar atau pengalaman yang ditolak ego.

Didalam taksadar pribadi ada sekelompok idea (perasaan-perasaan, pikiran-pikiran, persepsi-persepsi, dan ingatan-ingatan) yang mengorganisir diri menjadi satu sehingga disebut complexs.

  1. Taksadar kolektif (collective unconscious)

Taksadar kolektif adalah gudang ingatan laten yang diwariskan leluhur, baik leluhur dalam wujud manusia ataupun pramanusia/binatang. Taksadar ego merupakan fondasi ras yang diwariskan dalam keeseluruhan struktur kepribadiaan. Didalamnya dibangun ego, taksadar pribadi dan pengalaman individu. Taksadar pribadi dan taksadar kolektif sangat membantu manusia dalam menyimpan semua yang  telah dilupakan dan pengalaman sepanjang sejarah.

  1. Ma slow / Abraham Harold Maslow

Maslow berpendapat bahwa kebermaknaan hidup adalah suatu sifat yang muncul dari dalam diri seseorang. Teorinya disusun dengan pemikiran hingga kebutuhan lebih rendah dipenuhi, nilai dan kebermaknaan hidup mempunyai dampak  yang kecil terhadap motivasi. Meskipun demikian ketika kebutuhan rendah terpuaskan, nilai menjadi pendorong motivasi dalam diri seseorang dalam mendedikasikan pada tingkatan yang lebih tinggi. 

  1. Friedrich Salomon Perls  

Perls ini lebih menekankan pada terapi gestalt. Terapi gestalt memfokuskan pemulihan kesadaran dalam diri seseoranga atau konseli. Berkaitan dengan dimensi kesadaran perls membaginya menjadi 3 jenis:

    1. Inner zone(dimensi kesadaran dalam), merupakan dimensi yang terdapat dalam diri konseli yang sulit diamati atau dilihat secara langsung oleh konselor.

    2. Outer zone (dimensi kesadaran luar),  berhubungan dengan kontak dan interaksi konseli dengan dunia luarnya seperti prilaku keseharian koseli.

    3. Middle zone (dimensi kesadaran pertengahan),  merupakan kesadaran yang dapat membuat konseli mampu menyadari pola-pola prilakunya yang kaku..

  1. Frankl/ Victor emil frankl (Teori kebermaknaan hidup)

Menurutnya kebermaknaan hidup tidak diciptakan tetapi ditemukan diluar individu. Kebermaknaan hidup merupakan tema sentral teori kepribadian-eksistensial dari victor emil frankl. Frankl percaya bahwa kesehatan seseorang terutama didukung oleh semangat untuk kebermaknaan-hidup dan tujuan eksistensi pribadinnya. Kebermaknaan hidup juga bersifat personal dan unik sebab individu bebas menentukan pilihan dengan caranya sendiri untuk menemukan kebermaknaan hidup. Menurutnya pencarian kebermaknaan hidup merupakan tugas yang menyebabkan meningkatnya tegangan batin yang merupakan persyaratan bagi kesehatan psikologis individu. Frenkl berpendapat bahwa manusia secara hakiki mampu menemukan kebermaknaan hidup melalui transedensi-diri.

  1. Froom/ Erich Fromm

Fromm dapat digelari sebagai teoritisi kepribadian Marxian, karena pandangannya sangat dipengaruhi oleh Karl Marx (bukan sebagai pakar  politik atau ekonomi, tetapi marx sebagai pakar sosial dan filsuf). Namun dia sendiri memilih nama teorinya “humanis dialektik” karena yang ia tunjukkan adalah perhatiannya terhadap perjuangan manusia yang tidak pernah menyerah untuk memperoleh martabat dan kebebasan, dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan orang lain. Fromm mencoba menggabungkan teori freud dengan teori marx. Fromm yakin bahwa banyak temuan freud, seperti peran ketidaksadaran dalam tingkah laku manusia, tetapi menurutnya freud melakukan kesalahan dalam beberapa hal khususnya mengenai penekanannya terhadap fungsi individual melebihi pentingnya interrelasi antara individu dengan lingkungan, dan mengenai asal mula tingkal laku seksual.  


                


DAFTAR PUSTAKA

Alwisol. 2017. psikologi kepribadian. Malang: Universitas           Muhamadiyah Malang.

Hasibuan, maya jelita. “Teori Disposisi Gordo W. Allport Dalam Perspektif Pendidikan Islam”.  Skripsi. Ilmu Tarbiah Dan Keguruan. Pendidikan Agama Islam. Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Kholifah. 2016. “Teori konseling (Suatu Pendekatan Konselling Gestalt)”.  Al-Tazkiah: Volume 5 (hlm.109-123). Surakarta: IAIN Surakarta.

Sumanto. 2006. “Kajian Psikologis Kebermaknaan Hidup”. Buletin Psikologi: Volume 14 (hlm.115-135).